Hari pertama JIBRIL bekerja untuk Tuhan dia bertemu dengan Mikail, salah satu malaikat utamaNya.  Sebagai  pegawai bawang, tentu saja dia harus menjalani berbagai macam orientasi, salah satunya adalah pengenalan ‘scope of work’ dan tentu saja orientasi tempat.  Mikail lalu membawanya berkeliling kerajaan langit sambil diperkenalkan kepada malaikat-malaikat kepala departemen seperti Raphael, Barachiel,Izrail, Uriel dan berpuluh lainnya.

Mikail : Gimana Jib, ada pertanyaan?

JIBRIL : Ok masbro. Cuma masih ada yang mengganjal saya. Boleh saya tahu gimana sih sorga dan neraka itu? Soalnya ya, di dalam daftar rekues file-file dataNya , duh banyak banget rekues tentang aplikasi sorga. Kepo aja sih…pengen tahu gitu.

Sambil tersenyum dibawalah si JIBRIL ke suatu tempat yang sangat lapang, putih bersih , dan hening.

JIBRIL: ini apa sih masbro?

Mikail : Neraka dikbro. Mau tahu sorga?

JIBRIL pun mengangguk sambil berdecak kagum sambil berkata dalam hati “ hmm…kalau neraka yang di hindari manusia-manusia itu kayak gini apalagi sorga ya, pastinya indah luar biasa “.  Dia pun bersiap-siap beranjak pergi tapi herannya Mikail tidak bergeming hanya diam di tempat dan berzikir lembut.

JIBRIL : Masbro, katanya mau dibawa ke sorga kok diam saja gak kemana-mana?

Mikail: Ini sorga dikbro.

JIBRIL : Lho piye tho masbro? Katanya mau ke sorga tapi kok gak berangkat2? ( sambil mulai agak esmosi. Boleh dong malaikat sedikit esmosi namanya juga hanya Tuhan yang sempurna)

Belum sempat Mikail menjawab, tiba-tiba bergaunglah suara Tuhan semacam loudspeaker yang tentunya jauh lebih dahsyat jernihnya daripada merk Nakamichi itu

Tuhan : Bingung ya Jib?  Bagaimana pikiran dan hatimu memandang itulah yang menentukan sorga dan neraka.

JIBRIL : Tapi Yang Mulia Tuhan ( biasa..saja sebagai pegawai baru masih agak show off dengan pembuktian-pembuktian dan carmuk-carmuk dikitlah)…bukankah dalam semua kitab-kitab suci digambarkan secara visual bagaimana itu sorga dan neraka?

Tuhan : Ho..ho..ho ( dengan suara yang tentunya tidak mirip sama sekali dengan kakek-kakek berbaju merah yang hanya datang di bulan Desember itu)….manusia hanya bisa mampu digambarkan secara visual karena manusia melihat segala sesuatunya dengan matanya, untuk melihatKu dan bercakap denganKu haruslah dengan mata batinnya. Nah sorga neraka yang berdimensi visual itulah yang hanya bisa ditangkap mereka. Jadi nanti jika kamu sudah mulai bertugas tolong jelaskan ini ya ke mereka: AKU akan selalu bercakap dengan mereka tetapi lewat batin mereka, ingat AKU bercakap dengan kelembutan dan keheningan. Jika yang hingar bingar apalagi penuh kemarahan itu pasti aKu yang kw1 atau jangan2 kw2…Ok? See you tomorrow ya…baitewai..just call me Tuhan. Ok?

Dan sejak hari itulah JIBRIL mulai mendatangi orang-orang yang hening batinnya.

 

Ubud, 2016