<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Noviana Kusumawardhani Personal WebsiteWriting | Noviana Kusumawardhani Personal Website</title>
	<atom:link href="http://www.budenovi.com/category/writings/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.budenovi.com</link>
	<description>The way I get meaning into my life is to devote myself to loving others, devote myself to my community around me, and devote myself to creating something that gives me purpose and meaning.”</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Dec 2019 15:21:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<item>
		<title>Dongeng dari Kerajaan Langit #03</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2016/02/dongeng-dari-kerajaan-langit-03/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2016/02/dongeng-dari-kerajaan-langit-03/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2016 03:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[PING! TUHAN: Kamu memanggilKu ? JIBRIL: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya? TUHAN: Ini TUHAN. Aku dengar doamu. Jadi Aku ingin audensi denganmu. JIBRIL: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk. TUHAN: Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk. JIBRIL: Nggak tau ya. Yang pasti saya nggak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah jadi waktu sibuk. TUHAN: Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan, tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu. JIBRIL: Saya ngerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini. TUHAN: Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya. JIBRIL: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit? TUHAN: Berhentilah menganalisis hidup, Jalani saja dan Analisis-lah yang membuatnya jadi rumit. JIBRIL: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang? TUHAN: Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisis. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang JIBRIL: Tapi bagaimana mungkin kita tak khawatir jika ada begitu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2016/02/dongeng-dari-kerajaan-langit-03/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dongeng dari Kerajaan Langit 01</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2016/01/dongeng-dari-kerajaan-langit/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2016/01/dongeng-dari-kerajaan-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2016 05:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=890</guid>
		<description><![CDATA[Hari pertama JIBRIL bekerja untuk Tuhan dia bertemu dengan Mikail, salah satu malaikat utamaNya.  Sebagai  pegawai bawang, tentu saja dia harus menjalani berbagai macam orientasi, salah satunya adalah pengenalan ‘scope of work’ dan tentu saja orientasi tempat.  Mikail lalu membawanya berkeliling kerajaan langit sambil diperkenalkan kepada malaikat-malaikat kepala departemen seperti Raphael, Barachiel,Izrail, Uriel dan berpuluh lainnya. Mikail : Gimana Jib, ada pertanyaan? JIBRIL : Ok masbro. Cuma masih ada yang mengganjal saya. Boleh saya tahu gimana sih sorga dan neraka itu? Soalnya ya, di dalam daftar rekues file-file dataNya , duh banyak banget rekues tentang aplikasi sorga. Kepo aja sih…pengen tahu gitu. Sambil tersenyum dibawalah si JIBRIL ke suatu tempat yang sangat lapang, putih bersih , dan hening. JIBRIL: ini apa sih masbro? Mikail : Neraka dikbro. Mau tahu sorga? JIBRIL pun mengangguk sambil berdecak kagum sambil berkata dalam hati “ hmm…kalau neraka yang di hindari manusia-manusia itu kayak gini apalagi sorga ya, pastinya indah luar biasa “.  Dia pun bersiap-siap beranjak pergi tapi herannya Mikail tidak bergeming hanya diam di tempat dan berzikir lembut. JIBRIL : Masbro, katanya mau dibawa ke sorga kok diam saja gak kemana-mana? Mikail: Ini sorga dikbro. JIBRIL : Lho piye tho masbro? Katanya mau [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2016/01/dongeng-dari-kerajaan-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu Astrologi : Sebuah pengenalan &amp; pemahaman yg benar karena sering dianggap bidah</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2015/12/ilmu-astrologi-sebuah-pengenalan-pemahaman-yg-benar-karena-sering-dianggap-bidah/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2015/12/ilmu-astrologi-sebuah-pengenalan-pemahaman-yg-benar-karena-sering-dianggap-bidah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2015 15:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[Astrologi sebuah peta tentang diri manusia &#160; Sering sekali ada pandangan skeptis ketika orang berbicara tentang astrologi. Sebenarnya orang-orang ini juga tidak salah karena sangat jarang orang bisa mengerti secara benar apa itu astrologi , terlebih banyak sekali media yang secara  ngawurmenulis astrologi sebagai ‘ramalan bintang’, padahal lebih tepatnya sebagai “prakiraan energy melalu konstalasi bintang”. Jadi buat orang-orang yang merasa dirinya intelek dan sangat mengedepankan logika menjadi antipasti ketika masuk ke khasanah ini. Ilmu astrologi itu adalah salah satu ilmu tertua di dunia seiring dengan berjalannya dunia ini.  Hampir semua kebudayaan mengenal ilmu ini . Pada dasarnya ilmu ini sama prinsipnya yaitu membaca konstalasi bintang sebagai acuan dasarnya (ingat dalam cerita kelahiran Yesus, diceritakan ada 3 orang majus yang mengikuti bintang terang untuk menuju Sang Juru Selamat). Meskipun nama dan sistem pembacaannya tidak sama persis , hampir semua budaya ( Barat, Tibet, Jawa, Cina, Hindu, Arab, dll) , memakai fenomena alam khususnya bintang adalah cara para leluhur manusia itu mengenal sesama manusia, alam dan Tuhannya. Mengapa konstalasi bintang itu menjadi media untuk ‘membaca’ fenomena alam dan manusia? Sebenarnya sangat sederhana karena alam semesta ini dan manusia memiliki elemen-elemen yang sama yaitu tanah, air, udara dan api ( kita memakai acuan astrologi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2015/12/ilmu-astrologi-sebuah-pengenalan-pemahaman-yg-benar-karena-sering-dianggap-bidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Moriendo (Film Pendek Animasi Pilihan Media) XXI Short Film Festival 2013</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2013/11/moriendo-film-pendek-animasi-pilihan-media-xxi-short-film-festival-2013/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2013/11/moriendo-film-pendek-animasi-pilihan-media-xxi-short-film-festival-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2013 15:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[Di tahun pertama XXI Short Film Festival, terjaring 730 peserta. Selama penyelenggaraan festival dari tanggal 21-24 Maret 2013 di Epicentrum XXI, lebih dari 4,500 penonton datang untuk menyaksikan finalis film-film pendek dan berinteraksi dengan para pembuatanya. Dari perhelatan tersebut terpilihlah Wan-An (Film Pendek Fiksi Terbaik, Film Pendek Fiksi Pilihan Media, Film Pendek Favorit), Jadi Jagoan Ala Ahok (Film Pendek Dokumenter Terbaik), Keripik Sukun Mbok Darmi (Film Pendek Animasi Terbaik), Honey, I’m Home (Film Pendek Dokumenter Pilihan Media),Moriendo (Film Pendek Animasi Pilihan Media) dan Salah Gaul (Special Mention Film Pendek Dokumenter). Para pemenang tersebut berhasil mendapat hadiah beasiswa dari Universitas Bunda Mulia, kamera digital Canon, uang tunai dan kemudian penayangan di Cinema 21. http://www.21cineplex.com/slowmotion/6-film-pemenang-xxi-short-film-festival-2013-tayang-di-cinema-21,3927.htm]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2013/11/moriendo-film-pendek-animasi-pilihan-media-xxi-short-film-festival-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulang ( Femina edisi 30, 27 Juli-3 Agustus 2013)</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2013/11/pulang-femina-edisi-30-27-juli-3-agustus-2013/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2013/11/pulang-femina-edisi-30-27-juli-3-agustus-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2013 14:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta  buatku adalah kematian. Meskipun gelegar gemerlapnya mampu menyihir siapapun yang datang ke kota ini untuk berdentam bersama silaunya, tapi buatku kota ini adalah geliat roh yang menyayat keluar,begitu pelan tapi pasti merajah pada nadi-nadiku yang detaknya makin menipis setiap kali aku memikirkan kepulanganku ke kota ini. Ruang-ruang kota yang penuh dengan kenangan yang bertebaran seperti lalat-lalat di musim penghujan. Kesedihan yang berlendir dan pekat setiap kali mengingat betapa banyak harapan sering berakhir dengan kesia-siaan. &#160; “Kamu pulang?” &#160; Laki-laki itu adalah penyihir. Karena apapun yang keluar dari dia entah itu berupa teks maupun kata-kata selalu mampu meluluhlantakkan akal sehatku. Kami bertemu saat kami dulu aktif di kampus. Dia begitu berkilau. Orasi-orasinya selalu mampu membuat gadis ingusan sepertiku meleleh dengan cahaya yang berpendar dari otaknya.  Aku selalu memilih tempat di pojok paling belakang kerumunan massa saat melihatnya berorasi di depan mahasiswa yang berdemo, tempat dimana merupakan kerajaan kecilku karena aku bisa menjadikan dia seperti apapun yang aku inginkan karena  aku adalah Tuhan bagi pikiranku, karena aku bisa menjadikan Raymond apa saja semau-mauku. Dulu, waktu aku kecil, ibuku selalu bilang bahwa ketika kita memiliki cinta maka kita akan menjelma menjadi Tuhan karena kekuatan cinta itu seperti menggerakan jagad raya ini sesuai [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2013/11/pulang-femina-edisi-30-27-juli-3-agustus-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KOTA TANPA KATA DAN AIRMATA</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2013/03/kota-tanpa-kata-dan-airmata/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2013/03/kota-tanpa-kata-dan-airmata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 04:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[Diterbitkan KOMPAS, 24 Maret 2013 Awan bergerak dengan pola yang tak beraturan. Kota ini seperti tidak asing. Warna-warna perak yang terpantul di ujung-ujung genting seperti menyisakan ingatan dari sebuah masa. Warna perak dengan ukiran pujian para malaikat untuk yang Maha Indah secara acak berganti-ganti dengan kepul asal kendaraan deru pikuk berteriak tentang banyak hati yang sepi. Aneh. Seperti amat sangat mengenal kesunyian yang berbicara atas nama sepi dan terus berbaur bersama udara, seperti senja yang begitu akrab melahirkan ketakutan akan sunyi, dan dari jendela kereta yang baru saja berhenti tepat menjelang matahari lenyap di batas hari, kubaca lagi alasan mengapa aku begitu saja mau datang ke kota ini. ”Babe, kalau kamu di sini, mungkin hanya kamu yang tahu betapa kesunyian ini sangat seperti detak jantung para penunggu ajal ketika mereka sekarat tetapi tidak tahu kapan sang pembebas itu datang untuk memisahkan rohku dari jiwa yang kerontang. Datanglah ya.” Teks dari lelaki yang pernah menjadi udara dalam ruang-ruang hatiku masih kusimpan dan kuyakini bahwa setan penggoda Hawa juga ada di dalamnya untuk menyeretku mendatanginya. Aku pun tidak tahu apakah ini panggilan dari sebuah kerinduan yang pekat atau hanya ingin sekedar luapan keinginan untuk sekedar bercakap pada kenangan yang kadang tertinggal di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2013/03/kota-tanpa-kata-dan-airmata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ruang-ruang yang meruang</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2013/01/ruang-ruang-yang-meruang/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2013/01/ruang-ruang-yang-meruang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2013 17:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[ruang tunggu:  aku tunggu ruhmu disini kata detak pada sebuah bayang mungkin ini saatnya kita ada di ruang yang sama ruhmu dan ruhku akan duduk berdampingan untuk melihat burung kolibri pulang pada sebuah senja yang berputik jingga dan mata kita akan kembali bercinta untuk mengalirkan kembali detak di tempat dimana darah kembali berpora &#160; &#160; ruang nomor empat: berjuta pertanyaan tentang cinta berhamburan di antara sunyi yang mendera tiba-tiba dan berdentam sejuta harap untuk sebuah permintaan ” Maukah kamu berbagi waktu denganku untuk membelah semua belatung kegelisahaan dan resah yang memekakkan dada?” ” Mungkin alamat tujuan kita berbeda arah, dan kita mungkin hanya berpapasan di persimpangan dan sejenak duduk untuk saling menyapa rongga-rongga yang tertelan senyap pada sebuah malami” “yakinkan aku tentang dongeng-dongeng purba sebuah akhir yang selalu bernama bahagia selama-lamanya , padahal sebuah sepatu kaca akan retak setiap saat ketika berjejak pada realita yang meranggas” “anak kecil di dalam diriku akan selalu butuh udara dan angin untuk menerbangkan  airmata yang berwarna biru” “baiklah, selamat tinggal. aku membatu bersama ruangku” &#160; ruang nomor sepuluh: pada sebuah airmata kutambatkan luka yang mengangga pada sebuah mimpi abu-abu bernama cinta. pada sebuah senja kutautkan rasa tentang mimpi upik abu yang retak tanpa pesta [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2013/01/ruang-ruang-yang-meruang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percakapan Hujan</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2013/01/percakapan-hujan/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2013/01/percakapan-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2013 17:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah percakapan hujan , kita meranggas pada sebuah ruang dengan sebuah mimpi berwarna coklat. Sebuah waktu menjadi sebuah niscaya yang ditasbihkan pada guratan luka. “Aku ingin bersamamu” kata airmata pada pagi yang tak pasti dan hujanpun seperti memahami bahwa noktah bernama detak ,tidak lagi bisa belari dari warna merah bernama darah. Kita pun kembali bercakap dalam gelembung sabun yang kita tiupkan sebagai mimpi , padahal kita tahu yang kita ciptakan hanya fatamorgana dengan tulisan di dalamnya “Mari segera kosongkan segala merah bernama darah dari segala yang berbunyi detak”. Gambar waktumupun akan kembali menempel di dinding-dinding ingatan pada sebuah sunyi bernama hati. Dan pada percakapan hujan, akan selalu kucari bayang-bayang pada jejak waktu dari sebuah senja yang menunggu diam-diam pada cinta. Ubud, Mei 2011]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2013/01/percakapan-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TAROT, Sebuah kebetulan yang berarti</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2012/10/tarot-sebuah-kebetulan-yang-berarti/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2012/10/tarot-sebuah-kebetulan-yang-berarti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2012 17:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[“Mbak,  saya diramal dong tentang jodoh saya” , seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya, itu adalah pertanyaan kebangsaan rata-rata klien-klien tarot saya, padahal sumpah demi Alam Raya, saya itu sebenarnya benar-benar terganggu dengan sebutan peramal Tarot. Karena saya sangat amat percaya Tarot itu bukanlah meramal. Saya lebih suka menyebutnya sebagai “ membaca energi orang yang bervibrasi ke Alam  Raya  dan dipetakan kedalam kehidupan seseorang untuk dijadikan jalan mencapai kedamaian hidup”  (halah…susahnya!). Baiklah, mungkin sudah banyak yang tahu bahwa kartu yang terdiri dari 78 buah yang terbagi menjadi Arkana Utama dan Arkana Minor ini sering sekali di’salahmengerti’ sebagai satu alat peramalan. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena  dulu oleh bangsa Mesir dipakai sebagai alat meramal pada jaman itu. Sebenarnya banyak sekali teori yang mendasari bagaimana cara bekerja Tarot. Salah satunya yang paling sering disebut adalah dipercayai bahwa symbol-simbol tarot merupakan suatu hubungan tidak sadar antara manusia dan sesuatu yang tidak diketahui, dimana masing-masing kartu melambangkan satu aspek hubungan tersebut. Saat seseorang membalik kartu hubungan antara orang tersebut dan antar kartu menggambarkan kehidupan tentang masa lalu, kini dan nanti. Oleh Carl Jung seorang ahli psikoanalisa synchronicity inilah yang menjadi dasar wacana kartu Tarot. Synchronicity berarti “ suatu kebetulan yang berarti”  yaitu bertemunya peristiwa di luar dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2012/10/tarot-sebuah-kebetulan-yang-berarti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MOREINDO (Sebuah pagi dan seorang lelaki mati)</title>
		<link>http://www.budenovi.com/2012/09/moreindo-sebuah-pagi-dan-seorang-lelaki-mati/</link>
		<comments>http://www.budenovi.com/2012/09/moreindo-sebuah-pagi-dan-seorang-lelaki-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2012 19:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviana Kusumawardhani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budenovi.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Lelaki itu selalu datang setiap pagi. Duduk di bangku taman kota dengan seikat bunga di tangannya. Entah , selalu seperti sebuah dialog antara lelaki itu dan hari bernama pagi. Dia duduk dengan diam dengan tiktok tiktok bunyi detak dari jantungnya sendiri.  Diam yang menyimpan berjuta pertanyaan untuk disimpan begitu saja dalam sisa-sisa embun hasil percintaan antara malam dan gelisah dari sebuah pekat. Setiap matahari menyeruak di antara daun-daun pepohonan dan seolah-olah seperti tangan para malaikat yang memeluk daun jatuh, lelaki itu selalu mengadahkan mukanya sambil memejamkan mata. Secarik senyuman selalu menghias wajahnya yang mulai bergambar usia dengan noktah-noktah waktu hampir di seluruh porinya. “Aku adalah kematian, sepanjang malam aku begitu lelah  memilih siapa yang dengan rela memberikan nafasnya untuk kupintal bersama cahaya dan kubawa ke angkasa. Jadi sekarang aku ingin menikmati hangatnya pagi untuk membasuh semua lelahku” begitu selalu jawabnya setiap ada orang yang lewat di taman itu  dan bertanya  mengapa dia seperti sangat memuja matahari. Tentu saja tak ada satu orangpun yang percaya. Karenanya mereka tidak bertanya lebih lanjut lagi karena sangat hampir dipastikan lelaki itu adalah gila dan kegilaan selalu menakutkan. Begitulah, satu hal yang selalu terjadi di taman kota itu. Orang-orang sudah mulai terbiasa dengan kehadiran lelaki [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.budenovi.com/2012/09/moreindo-sebuah-pagi-dan-seorang-lelaki-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
